IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR

Penulis

  • Yeni Anggraini STIKes Mitra Husada Karanganyar
  • Uji Utami STIkes Mitra Husada Karanganyar

DOI:

https://doi.org/10.54877/maternal.v9i2.1091

Kata Kunci:

Bayi Baru Lahir, Neonatal, Asfiksia

Abstrak

Indikator yang digunakan dalam aspek pengukuran tingkat kesehatan suatu negara ialah angka kematian ibu serta anak. Berat badan kurang pada anak (28,2%) serta asfiksia (25,3%) adalah penyebab kematian anak terbanyak di Indonesia pada tahun 2022, diikuti oleh kelainan lahir, infeksi, COVID-19, serta tetanus pada bayi yang baru lahir. Faktor ibu, faktor dari plasenta, dan faktor bawaan merupakan penyebab gangguan pernafasan yang terjadi pada bayi yang baru dilahirkan. Asfiksia neonatorum adalah suatu kegagalan bayi bernafas secara spontan dan teratur sesaat setelah dilahirkan. Asfiksia neonatorum yang tidak ditangani dengan baik akan diikuti dengan kegagalan banyak organ. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui kejadian Asfiksia Neonatorum di RSIA Dian Pertiwi kabupaten Karanganyar. Metode penelitian observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 192 bayi baru lahir, tehnik sampling yang digunakan adalah “purposive sampling” dimana yang dijadikan sampel adalah yang memenuhi kriteria inklusi, adapun kriteria inklusi nya adalah semua bayi yang lahir pada tahun 2022 dengan diagnosa asfiksia neonatorum. Hasil penelitian : dari 192 responden terdapat 86 responden (44.8 %) mengalami asfiksia neonatorum, berdasarkan karakteristik paritas mayoritas bayi dengan asfiksia dilahirkan oleh ibu primipara 44 (51.2 %), dan dalam rentang usia 20 – 35 tahun sebanyak 69 responden (80.2 %), mayoritas bayi lahir dalam rentang usia kehamilan 37 – 41 minggu, 45 (52.3 %), mayoritas bayi lahir dengan berat normal 76 (88.4 %) dan mayoritas bayi dengan kondisi asfiksia lahir dengan partus lama 75 (87.2 %). Kesimpulan : responden yang mengalami kejadian asfiksia neonatorum di RSIA Dian Pertiwi Kabupaten Karanganyar  yaitu 86 bayi (44.8 %).  

Referensi

Alfina, Haniarti, Anggraeny, R., Henni, K., Majid, M., & Supardi. 2023. Determinan Kejadian Asfiksia Neonatorum pada Bayi Aterm di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 6(2), 336–347.

Ekasari, W.U., Dewi S Watia., Eka R Saputri. 2024. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Aterm. Indonesia Jurnal Kebidanan. Vol 8(1) : 22-28. [online] available at: https://r.search.yahoo.com/

Ersdal HL, Eilevstjønn J, Linde JE, Yeconia A, Mduma ER, Kidanto H, et al. Fresh Stillborn and Severely Asphyxiated Neonates Share A Common Hypoxic-Ischemic Pathway. International Journal of Gynecology Obstetrics.2018;141(2):42–9.

Fidayanti, N., Iriyani, E., & Ashari, M. A. 2023. Faktor - Faktor Yg Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta Thn 2022. Cerdika Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(11), 1086–1096.

Iliodromiti S, MacKay DF, Smith GCS, Pell JP, Nelson SM. 2014. APGAR Score and The Risk of Cause-Specific Infant Mortality: A PopulationBased Cohort Study. The Lancet [Internet]. 384(9956):1749–55. Tersedia pada: http://dx.doi.org/10.1016/S0140-6736(14)61135- 1

Iskanda ATP, Sari AYPS, Harianto A, Prayudijanto A, Hutapea AT, Primadi A, et al. 2018. Buku Panduan Pelayanan Neonatal UKK Neonatologi PP IDAI. I. Iskanda ATP, Handayani KD, Wilar R, Lusyati S, Yuniati T, Hendrarto TW, et al., editor. Jakarta: PP IDAI. 193–355 hal.

Kementerian Kesehatan RI. 2019. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/214/2019 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Asfiksia. Jakarta.

Lestari, D, L. 2024. Asfiksia Neonatorum. Scientific Journal. Vol 3(1). [Online] available at : https://journal.scientic.id/index.php/sciena/issue/view/17

Mahyar, Budi, S. M., & Apriliyani Ita. 2023. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Nilai Apgar Skor Neonatus Pada Ibu Sectio Caesarea dengan Anestesi Spinal di Rumah Sakit Umumm Daerah Pidie Jaya Aceh. Jurnal Kesehatan, Kebidanan, Dan Keperawatan, 16(2), 130–137. https://doi.org/10.35960/vm.v16i2.918

Partiati., Umi F Julianti, Yesi V Delpia. 2025. Hubungan Partus Lama Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang. Jurnal Karya Kesehatan Indonesia. Vol 5 (1) : 30 – 36. [on;ine] available at : /ejournal.akbidsingkawang.ac.id/index.php/jukari/index

Prawirohardo Sarwono. 2016. Ilmu Kebidanan (P. B. P. S. Prawirohardjo (ed.)).

Redowati, T. E. 2020. Hubungan Partus Lama dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD JendralAhmad Yani Kota Metro Tahun 2019.Jurnal Kesehatan,4(1).

Rufaindah, Re., Muzayyana, Sulistyawati, E., Hasnita, Y., Sari, N. A. K. E., Mustikawati, N., Patemah, Mariyam, & Meiriza, W. 2022. Tatalaksana Bayi Baru Lahir (Made Martini (ed.)). Media Sains Indonesia.

Wosenu L, Worku AG, Teshome DF, Gelagay AA. 2018. Determinants of Birth Asphyxia Among Live Birth Newborns in University of Gondar Referral Hospital, Northwest Ethiopia: A case-control study. PLoS ONE. 13(9):1–12.

Diterbitkan

2025-10-28

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 

Artikel Serupa

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.