FAKTOR DETERMINAN PENERAPAN ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIC CARE PADA KUNJUNGAN NIFAS (KF) I DI TPMB PERMATA HATI MATESIH

Penulis

  • N. Kadek Sri Eka Putri STIkes Mitra Husada Karanganyar
  • Reni Puspita Sari STIKes Mitra Husada Karanganyar
  • Triana Mirasari STIkes Mitra Husada Karanganyar

DOI:

https://doi.org/10.54877/maternal.v9i2.1090

Kata Kunci:

Penentuan, Perawatan Holistik, Nifas

Abstrak

Data WHO (2018) mencatat prevalensi postpartum blues secara umum pada populasi dunia adalah 3-8% dengan 50% kasus terjadi pada usia produktif 20-50 tahun. WHO juga menyatakan bahwa gangguan pascapersalinan blues ini menyerang sekitar 20% wanita dan 12% dari laki-laki pada suatu saat dalam hidupnya. Sementara prevalensi postpartum blues di negara-negara Asia cukup tinggi dan bervariasi antara 26-85% dari wanita postpartum (Hutagaol, 2019). Perawatan holistik diperlukan bagi ibu pascapersalinan. Perawatan yang diberikan meliputi perawatan kebutuhan fisik, kebutuhan psikologis, serta dukungan lingkungan sosial, spiritual, dan budaya. Tujuan penelitian: Mengidentifikasi faktor-faktor yang asuhan kebidanan holistik pada Kunjungan Nifas (KF) I di TPMB Permata Hati Matesih. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan kohort retrospektif dengan teknik total sampling. Untuk mengambil dan mengumpulkan data penelitian, peneliti menggunakan data sekunder persalinan dari Januari – Desember 2024 yang terdapat di TPMB Permata Hati Matesih. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif excell. Didapatkan 41 responden dengan hasil Faktor usia ibu sejumlah 33 reponden (80%) dengan rentang usia 20-35 tahun. Faktor pekerjaan sejumlah 25 responden (61%) dengan Ibu Rumah Tangga (IRT). Faktor paritas didapatkan sejumlah 25 responden (61%) dengan multipara. Riwayat persalinan responden dengan persalinan pervaginam sejumlah 41 responden (100%). Tingkat Pendidikan responden didapatkan sejumlah masing-masing 20 responden (49%) dengan Tingkat Pendidikan tinggi dan menengah. Faktor budaya didapatkan sejumlah 41 responden (100%) didukung oleh keluarga dan sekitar dalam masa nifas. Faktor Tinggi Fundus Uteri (TFU) dalam keadaan normal sejumlah 41 responden (100%). Faktor kontraksi uterus keras sejumlah 41 responden (100%). Faktor perdarahan pervaginam didapatkan sejumlah 41 responden (100%) dengan perdarahan <500 cc dalam 24 jam pertama.

Referensi

Ambarwati, Y. (2015) Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.

Annisa, S.A. (2011) Faktor-Faktor Risiko Persalinan Seksio Sesarea di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak pada bulan Oktober-Desember 2010. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Aritonang, D. & Simanjuntak, R. (2021). Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Jakarta: Trans Info Media.

Arma, A., Fitriani, D. & Wulandari, L. (2020) ‘Budaya Perawatan Ibu Nifas di Indonesia’, Jurnal Kebidanan, 9(2), pp. 45–53.

Batool, Z. (2019) ‘Effect of Maternal Employment on Child and Maternal Health’, International Journal of Health Sciences, 13(2), pp. 45–52.

Endriana (2013). Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Haemorogic Post Partum di Rumah Bersalin Wijaya Kusuma

Fibriana, A.I. (2017). ‘Hubungan Usia Ibu dengan Risiko Kematian Maternal’, Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(2), pp. 101–108.

Hutagaol, L. (2019) ‘Prevalensi Postpartum Blues di Asia’, Jurnal Psikologi Kesehatan, 7(1), pp. 22–30.

Kemenkes RI, 2021. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta; Kemenkes RI

Khojasteh, F. et al. (2016) ‘The Relationship between Maternal Employment Status and Pregnancy Outcomes’, Global Journal of Health Science, 8(9), p. 37. doi:10.5539/gjhs.v8n9p37.

Kusumawati, E. (2006) Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Jakarta: EGC.

McCourt, C. (2006). Childbirth, Midwifery and Concepts of Time. New York: Berghahn Books.

Mertasari, N., Putri, A. & Lestari, I. (2023) ‘Kontraksi Uterus dan Perdarahan Pervaginam pada Masa Nifas’, Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), pp. 112–120.

Nislawaty, N., Sari, R.P. & Lubis, H. (2020). ‘Hubungan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Post Partum’, Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), pp. 88–95.

Notoatmodjo, S. (2010) Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Oakley, A. (1990) dalam Mander, R. (2001) Support and Supportive Care in Midwifery. Oxford: Blackwell Science.

Putri, A.A. (2016) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Sectio Caesarea di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung’, Jurnal Kebidanan Lampung, 3(2), pp. 45–52.

Saifuddin, A.B. (2010) Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Edisi 5. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.

Sulfianti, N., et al. (2020) Asuhan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sopyan, I., Handayani, S. & Wulandari, T. (2016). ‘Hubungan Paritas dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten X’, Jurnal Kebidanan Indonesia, 8(2), pp. 75–82.

Tanjung, R., Siregar, H. & Lestari, D. (2024). ‘Pengaruh Status Pekerjaan Ibu terhadap Kepatuhan Kunjungan Nifas’, Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Ibu, 12(1), pp. 55–63.

Winkjosastro, H. (2012) Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Edisi 2. Jakarta: EGC.

Diterbitkan

2025-10-28

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >> 

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.