GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BOUNDING ATTACHMENT DI BPS SUPATMI BULU TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.54877/maternal.v9i2.1095Kata Kunci:
Tingkat Pengetahuan, Ibu hamil, Bounding attachmentAbstrak
Bounding Attachment adalah suatu ikatan yang terjadi antara orang tua dan bayi baru lahir, yang meliputi pemberian kasih sayang dan pencurahan perhatian yang saling tarik menarik. Bounding Attachment merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif. ASI bukan hanya memberi nutrisi terbaik, tetapi juga kehangatan. Jadi emotional bonding, emotional attachment ibu dan anak itu terjaga. Tingkat pengetahuan keluarga terutama ibu sangat berpengaruh terhadap keberhasilan Bounding Attachment. Tujuan penelitian ini untuk mengambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang bounding attachment. Manfaat penelitian ini adalah didapatkan data mengenai gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang bounding attachment. Metode penelitian menggunakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden 30 orang ibu hamil, pengambilan sampel secara accidental sampling, waktu penelitian pada bulan Agustus 2025, sedangkan instrumen yang dipakai berupa kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden mempunyai pengetahuan tentang bounding attachment dalam kategori baik sebanyak 5 responden (16.67%), kategori cukup sebanyak 20 responden (66.67%) dan kategori kurang sebanyak 5 responden (16.67%). Simpulan dari hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang bounding attachment di BPM Supartmi Bulu Sukoharjo sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebanyak 20 responden (66.67%).
Referensi
Ambarwati. (2019). Asuhan kebidanan nifas (hlm. 63–65). Mitra Cendikia.
Amirudin. (2024). Jika ikatan emosi anak sudah melekat. Cyberwomen. Diakses 23 Januari 2025, dari https://cyberwomen.cbn.net.id
Amurina. (2024). Perkembangan indera janin dan cara berkomunikasi dengannya. Diakses 23 Januari 2025, dari http://bidanku.com/index.php?/Perkembangan-Indera-Janin-dan-Cara-Berkomunikasi-Dengannya
Anita, D. (2009). Hamil. Mitra Riset. Diakses 23 Januari 2025, dari http://www.mitrariset.com/2009/04/h-m-i-l.html
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi VI, Cetakan XIII). Rineka Cipta.
Aruni, S. (2019). Adaptasi fisiologis bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus. Diakses 22 Januari 2025, dari http://infopuskesmas.com/adaptasi-fisiologis-bayi-baru-lahir-terhadap-kehidupan-di-luar-uterus.html
AW, H. (2018). Konsep pengetahuan. Diakses dari http://ajangberkarya.wordpress.com/2008/06/07/konsep-pengetahuan/
Bahiyatun. (2019). Buku ajar asuhan kebidanan nifas normal (hlm. 54–55). EGC.
Creasoft. (2018). Kehamilan. Diakses dari http://creasoft.wordpress.com/2008/04/19/kehamilan/
Deraakbid. (2019). Perinatologi. Diakses dari http://deraakbid.wordpress.com/2009/10/24/perinatologi/
Hapsari. (2019). IMD dan bounding attachment. Diakses dari http://superbidanhapsari.wordpress.com/2009/12/14/makalah-askeb-2-imd-dan-bounding-attachment/
Janah, F. (2008). Adaptasi bayi baru lahir. Diakses dari http://bidanlia.blogspot.com/2008/12/adaptasi-bayi-baru-lahir.html
Notoatmodjo, S. (2015). Metodologi penelitian kesehatan (hlm. 10–18). Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2017). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku (hlm. 139–142). Rineka Cipta.
Nursalam. (2018). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan (hlm. 92). Salemba Medika.
Sugiyono. (2009). Statistika untuk penelitian (hlm. 57–59). Alfabeta.
Suyanto. (2009). Riset kebidanan: Metodologi dan aplikasi (hlm. 57–59). Mira Cendikia Press.
Taufiqurrohman, M. A. (2008). Pengantar metodologi penelitian untuk kesehatan. LPP UNS & UNS Press.
Zeiny. (2019). Bounding attachment. Diakses dari http://bluezeiny.blogspot.com/2009/12/bounding-attachmen.html
Zahra. (2019). Bounding attachment. Diakses dari http://tikiv.blogspot.com/2009/09/bounding-attachment.html


