PERILAKU JAJAN SISWA SD IV KEDUNGDOWO KALIWUNGU,KUDUS
Abstract
ABSTRAK
Â
Salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya bagi anak usia sekolah adalah dengan menyediakan makanan jajanan yang bergizi guna memenuhi kebutuhan tubuh selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Di Indonesia saat ini sudah banyak variasi makanan jajanan yang dijual untuk anak termasuk di lingkungan sekolah tetapi sayangnya tidak semuanya  aman dikonsumsi oleh anak. Penelitian yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan bahwa makanan jajanan yang banyak dijual di sekitar sekolah masih di campur dengan berbagai zat berbahaya untuk menarik minat anak untuk membelinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi tentang perilaku jajan siswa SD IV Kedungdowo Kaliwungu Kudus.
Penelitian ini menggunakan rancangan  descritptive kualitatif dengan studi eksplorasi. Lokasi penelitian di SD IV Kedungdowo Kaliwungu Kabupaten Kudus. Waktu penelitian pada bulan maret 2015. Informan dalam penelitian ini adalah siswa-siswa SD IV Kedungdowo Kaliwungu Kudus berjumlah 12 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, alat perekam,buku atau kertas catatan. Pengumpulan data  dilakukan  dengan  observasi  secara langsung dan wawancara mendalam. Pengolahan data dilakukan dengan metode analisis kualitatif.
Sarapan pagi tidak menjadi kebiasaan bagi anak-anak karena orangtua tidak menyiapkan sarapan dan rasa malas karena harus makan pagi sebelum berangkat sekolah. Orangtua selalu memberikan uang saku agar anak tidak merasa lapar selama sekolah tetapi anak belum mengetahui makanan atau jajanan yang sehat dan baik untuk kesehatan. Anak-anak selalu membelanjakan uang saku yang mereka dapat untuk membeli makanan jajanan yang mereka anggap menarik dan enak walaupun tidak sehat dan aman sehingga  akibatnya mereka sering sakit. Perilaku cuci tangan sebelum dan sesudah makan dianggap kurang penting karena merasa tangan yang tidak kelihatan kotor berarti masih bersih sehingga tidak perlu cuci tangan.
Siswa SD IV Kedungdowo terbiasa jajan karena diberikan uang saku oleh orangtuanya dan tidak terbiasa sarapan di rumah. makanan jajanan yang dikonsumsi belum terjamin kebersihan dan kesehatannya sehingga berisiko menimbulkan sakit bagi mereka. Selain itu juga kesadaran akan pentingnya cuci tangan sebelum dan sesudah makan masih kurang.
Â
Kata kunci : Perilaku, jajan, siswa
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)Refbacks
- There are currently no refbacks.